Site icon Jurnal Banten

Beri Pelatihan Branding, Media Sosial, dan Event Marketing di Foodcourt Kampung Berdaya Suralaya, Farah Fatika Sari Dorong Penguatan UMKM Cilegon

Istri Ketua DPRD Cilegon

Farah Fatika Sari, istri Ketua DPRD Cilegon Rizki Khairul Ichwan usai memberikan pelatihan untuk UMKM.

JURNALBANTEN.CO.ID, CILEGON – Dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PT PLN Pusat Rekayasa dan Konstruksi (Pusharlis) bekerja sama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Strategi Branding, Pengelolaan Media Sosial, dan Event Marketing” untuk para pelaku UMKM binaan Foodcourt Kampung Berdaya, yang berlokasi di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis, 16 Oktober 2025.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN Pusharlis ini menghadirkan narasumber utama Farah Fatika Sari, S.IP., istri Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan, yang juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Farah memberikan pembekalan kepada para pelaku UMKM lokal mengenai pentingnya membangun identitas merek (branding), mengelola media sosial secara efektif, serta menyelenggarakan event promosi yang mampu meningkatkan eksposur dan penjualan produk.

Membangun UMKM yang Siap Bersaing di Era Digital

Dalam paparannya, Farah Fatika Sari menekankan bahwa pelaku UMKM saat ini tidak hanya dituntut untuk menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk mengenalkan produk secara luas dan menarik secara visual.

Lebih lanjut, Farah menyampaikan, branding bukan hanya soal logo, melainkan juga mencakup nilai, pesan, dan kesan yang ingin dibangun di benak konsumen.

“Brand yang kuat dapat menciptakan kepercayaan konsumen. Ditambah dengan pengelolaan media sosial yang konsisten dan strategi pemasaran event yang menarik, UMKM bisa naik kelas dan bersaing dengan produk-produk besar lainnya, bahkan hingga ke pasar digital yang lebih luas,” ungkap Farah Fatika Sari.

Menurut Farah, media sosial seperti Instagram, Facebook, WhatsApp Business, hingga TikTok, kini telah menjadi etalase digital bagi pelaku usaha. Melalui platform tersebut, UMKM dapat menjangkau konsumen secara langsung, membangun komunikasi dua arah, dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Oleh karena itu, dalam pelatihan ini peserta juga dibekali teknik dasar pengelolaan media sosial, mulai dari penjadwalan konten, penggunaan hashtag, storytelling, hingga tips membuat visual yang menarik.

Event sebagai Sarana Promosi yang Efektif

Selain branding dan digital marketing, pelatihan juga membahas pentingnya event marketing sebagai salah satu strategi promosi yang mampu membangun kedekatan dengan konsumen.

Event seperti launching produk, bazar, demo masak, hingga kolaborasi komunitas lokal dinilai mampu meningkatkan awareness dan menciptakan pengalaman positif terhadap produk UMKM.

Peserta diberikan simulasi dan panduan bagaimana merancang event sederhana namun efektif, mulai dari konsep, promosi, hingga evaluasi pasca kegiatan.

Hal ini diharapkan bisa mendorong para pelaku UMKM untuk lebih aktif menggelar kegiatan yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Foodcourt Kampung Berdaya: Wadah Pemberdayaan UMKM Lokal

Foodcourt Kampung Berdaya merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diinisiasi oleh warga setempat dan didukung berbagai pihak, termasuk korporasi melalui program TJSL. Kawasan ini menampung puluhan UMKM di bidang kuliner dan menjadi sentra aktivitas ekonomi baru di wilayah Suralaya.

Program pelatihan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara sektor korporasi, lembaga sosial, dan tokoh masyarakat dalam membangun UMKM yang tangguh, berdaya saing, dan siap bersaing di pasar digital.

Kawasan ini menjadi ruang usaha bagi UMKM di bidang kuliner dan produk kreatif lainnya. Selain menjadi pusat ekonomi lokal, foodcourt ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi, pelatihan, dan kolaborasi.

Farah menyampaikan harapannya agar pelaku UMKM tidak hanya semangat dalam berproduksi, tetapi juga berani untuk tampil, bersaing, dan memanfaatkan teknologi sebagai alat perjuangan ekonomi.

“Saya percaya bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Dengan strategi branding yang tepat dan pemanfaatan media sosial serta event secara maksimal, UMKM kita bisa menjadi kekuatan besar di tengah tantangan zaman,” tutupnya.

Peran Strategis Baitulmaal Muamalat dalam Pendampingan UMKM

Sebagai mitra pelaksana program TJSL ini, Baitulmaal Muamalat (BMM) memiliki peran strategis dalam mendampingi UMKM sejak tahap awal hingga pelatihan lanjutan.

BMM memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi penguatan ekonomi masyarakat.

Koordinator program dari BMM menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini akan terus dilanjutkan dengan monitoring dan coaching rutin agar para pelaku UMKM benar-benar mampu mengimplementasikan strategi branding dan digital marketing yang telah diajarkan.

Menurut panitia pelaksana, pelatihan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas UMKM, yang tidak hanya fokus pada aspek produksi tetapi juga pada pemasaran dan penguatan merek.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, pelaku UMKM dapat memahami bahwa promosi produk tidak bisa dilakukan secara konvensional lagi. Perlu pendekatan kreatif, digital, dan juga membangun pengalaman konsumen melalui event,” ujar salah satu koordinator Kampung Berdaya. (*)

Redaksi

Exit mobile version