Menu

Mode Gelap
Gelar Buka Puasa Bersama Warga, Momentum Fachri Serap Aspirasi Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan Pada Kamis 19 Februari 2026 KNPI Nilai Satu Tahun Kepemimpinan Robinsar-Fajar Banyak Bawa Perubahan Positif Untuk Kota Cilegon Golkar Cilegon Bantu 1 Ton Beras dan Mie Instan Untuk Korban Banjir, Ratu Ati Minta Kader Terjun Peringatan Hari Ibu, Ini Pesan Wakil Walikota Fajar Untuk ASN Cilegon Jelang Kejuaraan Menembak Wali Kota Cilegon Open, Plt Sekda Tinjau Veneu Stadion Seruni

Olahraga

Perdana Sebagai Ketua KONI Cilegon, Irfan Ali Hakim Buka UKT Taekwondo

badge-check


					Ketua KONI Kota Cilegon Irfan Ali Hakim (Kaos Merah) foto bersama Pengurus Pengcab Taekwondo Indonesia Kota Cilegon pada kegiatan UKT GEUP di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Minggu 19 Oktober 2025. (Dok. Humas KONI Kota Cilegon) Perbesar

Ketua KONI Kota Cilegon Irfan Ali Hakim (Kaos Merah) foto bersama Pengurus Pengcab Taekwondo Indonesia Kota Cilegon pada kegiatan UKT GEUP di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Minggu 19 Oktober 2025. (Dok. Humas KONI Kota Cilegon)

JURNALBANTEN.CO.ID, CILEGON – Ketua KONI Kota Cilegon Irfan Ali Hakim membuka kegiatan Uji Kenaikan Tingkat atau UKT sabuk atau GEUP pada Pengcab Taekwondo yang digelar di Aula Diskominfo Cilegon, Minggu, 19 Oktober 2025.

Hal itu merupakan kegiatan perdana yang dilakukan Irfan Ali Hakim sejak dilantik sebagai Ketua KONI Kota Cilegon periode 2025-2029 untuk mendukung dan meningkatkan pembinaan olahraga di Kota Cilegon.

Acara yang diikuti ratusan peserta dari berbagai klub Taekwondo tersebut menjadi momentum penting bagi Irfan, yang baru saja dipercaya memimpin KONI Cilegon untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kota Baja.

“Spesial bagi saya secara pribadi, kegiatan pertama yang saya hadiri setelah pelantikan adalah kegiatan Taekwondo. Ini bentuk penghormatan saya kepada Ketua Taekwondo Kota Cilegon serta seluruh insan olahraga di sini,” kata Irfan dalam sambutannya.

Irfan menegaskan bahwa kegiatan seperti UKT memiliki peran penting dalam pembinaan jangka panjang.

Ia menilai bahwa pembinaan usia dini adalah pondasi utama dalam membentuk atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Kota Cilegon.

“UKT ini bukan sekadar ujian teknis, tapi bagian dari proses pembinaan. Anak-anak ini masih sangat muda, masa depan mereka panjang. Kalau dibina dengan benar, mereka bisa jadi atlet andalan Cilegon di masa depan,” ucapnya optimistis.

Selain itu, Irfan menyatakan komitmen KONI Cilegon untuk bersinergi dengan seluruh cabang olahraga, termasuk Taekwondo, dalam mempersiapkan diri menyongsong event besar seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026.

“Kami siap mendukung pembinaan atlet di semua cabor. Taekwondo adalah salah satu cabang unggulan, dan saya yakin dengan kerja sama yang baik, kita bisa cetak banyak prestasi,” tambahnya.

Di hadapan para peserta, pelatih, dan orang tua, Irfan memberikan apresiasi khusus atas dedikasi yang telah diberikan dalam mendukung proses pembinaan atlet.

“Terima kasih untuk semua pelatih, pengurus, dan terutama orang tua yang terus memberi dukungan penuh. Tanpa kalian, proses pembinaan tidak akan berjalan optimal,” katanya.

Dengan penuh semangat, Irfan secara simbolis membuka acara dengan menyampaikan kalimat penyemangat bagi calon atlet Taekwondo Kota Cilegon.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Ujian Kenaikan Tingkat Taekwondo Kota Cilegon secara resmi saya nyatakan dibuka.” diiringi tepuk tangan meriah para peserta UKT GEUP Taekwondo.

Di tempat yang sama, Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia Kota Cilegon, Dede Rohana Putra, turut memberikan pesan tegas kepada seluruh peserta dan orang tua.

Ia menekankan bahwa Taekwondo bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan daya juang generasi muda.

“Taekwondo melatih lebih dari sekadar gerakan. Ini tentang membentuk anak-anak jadi pribadi yang tangguh dan bermental juara,” tegas Dede yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten.

Dede juga menyinggung pentingnya ketegasan dalam pendidikan karakter dan mengajak orang tua untuk tidak terlalu memanjakan anak.

Ia mencontohkan beberapa kasus di mana anak dihukum karena pelanggaran disiplin, tapi malah dibela oleh orang tuanya.

“Kalau dihukum push up karena telat, itu bukan kekerasan. Itu pembinaan. Jangan sedikit-sedikit ngadu dan bela anak yang salah. Kalau ingin anak jadi kuat, ya harus siap dibentuk,” ujarnya. (*)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. 🖤 Dating for sex. Sign In 👉🏻 yandex.com/poll/43o224okZdReGRb1Q8PXXJ?hs=a40b52419b2672339f8ec502803a062f& Private Message № XLLE8217614 🖤

    wzbfjn

  2. 👉👌 Quick question free at moment? linkparterg.cc/?u=w244y2&o=v264&utm=rnd?hs=a40b52419b2672339f8ec502803a062f& 👉👌

    solfnx

semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Gelar Buka Puasa Bersama Warga, Momentum Fachri Serap Aspirasi

17 Maret 2026 - 14:52 WIB

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan Pada Kamis 19 Februari 2026

17 Februari 2026 - 21:03 WIB

Sidang Isbat Kemenag, penentuan awal Ramadhan 2026

KNPI Nilai Satu Tahun Kepemimpinan Robinsar-Fajar Banyak Bawa Perubahan Positif Untuk Kota Cilegon

15 Februari 2026 - 21:03 WIB

KNPI Kota Cilegon

Golkar Cilegon Bantu 1 Ton Beras dan Mie Instan Untuk Korban Banjir, Ratu Ati Minta Kader Terjun

3 Januari 2026 - 18:38 WIB

Golkar beri bantuan untuk banjir cilegon

Peringatan Hari Ibu, Ini Pesan Wakil Walikota Fajar Untuk ASN Cilegon

16 Desember 2025 - 22:38 WIB

Wakil Wali Kota Fajar
Trending di Headline