Menu ✖

Breaking News

Headline

Ketua Dewan Soroti Lemahnya Sistem Monitoring Udara dan Tingginya Kasus ISPA di Kota Cilegon

badge-check

Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ikhwan saat memantau alat pengukur kualitas udara yang sudah tidak berfungsi di Kota Cilegon. Perbesar

Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ikhwan saat memantau alat pengukur kualitas udara yang sudah tidak berfungsi di Kota Cilegon.

JURNALBANTEN, CILEGON – Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan menyoroti serius kondisi sistem pemantauan kualitas udara di Kota Cilegon setelah ditemukannya papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang tidak berfungsi dalam peninjauan lapangan.

Temuan tersebut dinilai menjadi alarm penting terhadap sistem pengawasan lingkungan di Kota Cilegon sebagai salah satu kota industri strategis nasional dengan aktivitas industri, pelabuhan, logistik, dan kendaraan berat yang sangat tinggi.

Menurutnya, pengawasan kualitas udara di kota industri tidak boleh bersifat simbolik, manual, ataupun reaktif.

“Kota industri membutuhkan sistem monitoring kualitas udara yang hidup, real-time, terintegrasi, dan dapat diakses publik. Pengawasan lingkungan tidak boleh hanya berhenti pada papan informasi atau formalitas administratif,” tegasnya.

Ia menilai, tidak berfungsinya alat monitoring udara berpotensi menghambat pemerintah dalam membaca kondisi lingkungan secara objektif, terlebih di tengah tingginya angka gangguan pernapasan atau ISPA di Kota Cilegon.

Berdasarkan data kesehatan tahun 2025 yang diterima, tercatat Pneumonia usia di bawah 5 tahun: 4.917 kasus. Pneumonia usia di atas 5 tahun: 3.722 kasus. ISPA Non Pneumonia usia di bawah 5 tahun: 27.278 kasus. ISPA Non Pneumonia usia di atas 5 tahun: 7.719 kasus.

Menurut Rizki, data tersebut menunjukkan bahwa anak-anak menjadi kelompok paling rentan terhadap gangguan pernapasan.

Selain itu, lanjut Rizki, dalam beberapa tahun terakhir angka ISPA di Kota Cilegon juga masih berada pada level tinggi dan terus berulang, seiring meningkatnya tekanan industrialisasi, aktivitas logistik, serta pertumbuhan kawasan industri.

“Tingginya kasus ISPA, khususnya pada anak-anak, harus menjadi alarm bersama. Pemerintah daerah perlu memperkuat sistem monitoring kualitas udara dan pengawasan lingkungan agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data dan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bentuk sikap anti-industri ataupun anti-investasi. Sebaliknya, Ia mendorong agar pertumbuhan industri di Kota Cilegon berjalan seiring dengan modernisasi tata kelola lingkungan dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut atas data yang ditemukannya tersebut, Ketua DPRD Kota Cilegon meminta pihak terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem monitoring kualitas udara, evaluasi status operasional alat pemantauan udara, integrasi data DLH dan Dinkes, penguatan Air Quality Monitoring System (AQMS) secara real-time, serta keterbukaan data kualitas udara kepada masyarakat.

Rizki juga mendorong adanya kajian komprehensif terkait korelasi kualitas udara, aktivitas industri, dan tingginya gangguan pernapasan di Kota Cilegon sebagai dasar penyusunan kebijakan lingkungan dan kesehatan yang lebih terukur.

“Industri harus tetap tumbuh dan investasi harus tetap berjalan. Tetapi masyarakat juga memiliki hak atas udara yang sehat dan kepastian bahwa negara hadir dalam melindungi kualitas hidup warganya,” tutupnya. (*)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Golkar Cilegon Buka Peringatan Hari Jadi ke 62 Tahun dengan Ziarah ke Pendiri Cilegon

20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Golkar Cilegon Buka Peringatan Hari Jadi ke 62 Tahun dengan Ziarah ke Pendiri Cilegon

Pemkot Umumkan Penerima Beasiswa Cilegon Juare 2026

19 Okt 2026 - 18:51 WIB

Pemkot Umumkan Penerima Beasiswa Cilegon Juare 2026

Bahas RKA APBD Perubahan 2026, Ketua DPRD Cilegon Minta Dilakukan Secara Cermat dan Realistis

14 Sep 2026 - 17:10 WIB

Bahas RKA APBD Perubahan 2026, Ketua DPRD Cilegon Minta Dilakukan Secara Cermat dan Realistis

Sekretaris SOKSI Banten Minta Publik Bijak Tanggapi Isu Pita Cukai Rokok Yang Belum Jelas Kebenarannya

13 Sep 2026 - 22:50 WIB

Sekretaris SOKSI Banten Minta Publik Bijak Tanggapi Isu Pita Cukai Rokok Yang Belum Jelas Kebenarannya

SDIT Al-Hanif Borong 13 Medali di Ajang RENS Taekwondo Championship Banten

13 Sep 2026 - 22:32 WIB

SDIT Al-Hanif Borong 13 Medali di Ajang RENS Taekwondo Championship Banten
Trending di Headline